Gara Gara Motor Koplingan
Tri duduk
dibangku SMP, ia bersekolah di SMP MULIA yang berada di Komplek Duku, Tri
tinggal di Komplek Ceri. Ia berangkat sekolah menggunakan sepada motor
varionya, padahal Tri baru berusia 15 tahun. Tapi karena jarak Komplek Ceri dan
Komplek Duku lumayan jauh, maka orang tua Tri mengizinkannya untuk mengendarai
motor asal tidak kebut-kebutan dijalan. Sekolah menyediakan tempat parkir
khusus motor untuk siswa, tapi berada diluar sekolah, disekolah hanya boleh
untuk sepeda siswa dan sepeda motor guru.
Tri biasanya menghampiri Joko untuk
berangkat bersama. “Ko….Joko.” panggil Tri dari depan gerbang rumah Joko, “Iya
Tri, sebentar.” Saut Joko. Tidak lama kemudian, Joko keluar dari rumah sambil
menuntun motor vixion, motor itulah
yang biasa dipakai untuk berangkat sekolah. “Ayo Tri…nanti telat nih.” Ajak
Joko. Mereka langsung meluncur menuju sekolahan. Sesampainya di parkiran motor
siswa, karena parkirannya berada diluar sekolah, mereka harus jalan kaki menuju
sekolah. “Eh Tri, kamu dirumah Cuma punya Vario
itu ya?” tanya Joko “Iya..memang kenapa.” Tri kembali tanya.
“Tri...sekarang laki-laki udah nggak jaman pake matic, pake motor laki-laki dong
kaya punya aku. Kamu liat kan, semua anak laki-laki disekolah pake motor-motor
gede semua.” ucap Joko, “Waah…gimana ya, yang jadi masalahnya, aku kan nggak
bisa pakai motor kopling.” jawab Tri, “Alaah…kalau kamu mau, nanti aku ajarin.
Kamu boleh pakai motorku buat latihan, nanti aku tunjukkin tutorialnya, ok.”
ajak Joko. “Waah…ide bagus, ya udah. Gimana kalo nanti sehabis pulang sekolah,
aku ke rumahmu?” tanya Tri, “Siaap” jawab Joko.
Sesuai janji Joko, Joko akan
mengajari Tri cara mengendarai motor kopling. Setelah pulang sekolah, Tri
langsung ganti baju dan pergi ke rumah Joko. Joko sudah menunggu didepan rumah
begitu pula motor vixionnya. “Eh Tri,
gimana, siap latihan belum?” tanya Joko. “Ya siap dong.” Jawab Tri.
Tri mempraktikkan apa yang telah
diajarkan oleh Joko. Pertamanya sedikit grogi, kopling saja masih suka lupa
ditarik saat mau jalan, jadi mesin otomatis mati. Tapi Tri tidak putus asa, Tri
tetap mencoba. Lama-kelamaan, Tri akhirnya bisa menjalankan dan mengendalikan
motor tersebut. Tuas kopling sudah tidak lupa ditarik saat mau jalan, ia sangat
senang sekali. “Nah, begitu Tri. Ayo terus, coba tambah sedikit kecepatannya,
tapi jangan ngebut, kan ini jalan komplek.” Ingat Joko. Tanpa sengaja Ayah Tri
melihat anaknya sedang mengendarai motor, dilihat-lihat anaknya sedang berlatih
pakai motor laki-laki. Dalam hati, Ayah Tri mempunyai niat agar anaknya senang
saat ulang tahunnya besok.
Setelah Tri mengelilingi komplek
dengan Joko, akhirnya sampai lagi dirumah Joko dan menyudahi latihannya. “Jok,
terima kasih ya, udah ngajarin aku. Gimana menurutmu, tadi aku latihannya?”
tanya Tri, “Iya sama-sama, tadi kamu juga udah bagus kok ngendarainnya, juga
udah lancar narik koplingnya sama pindah persnelingnya. Pokoknya sip deh.” Puji
Joko. Setelah latihan, Tri langsung pulang kerumah untuk istirahat karena
kelelahan latihan tadi. Dia juga ingat hari ulang tahunnya besok Minggu, kira
kira apa yang akan diberikan di hari ulang tahunnya.
Keesokan harinya, hari ini adalah
hari ulang tahun Tri. Di meja makan, sudah disambut oleh ayah, ibu, dan adik
Tri. “Selamat ulang tahun Tri.” Semuanya bersorak gembira, “Terima kasih Ayah,
Ibu, dan Akila.” Jawab Tri. “Tri…nanti jam Sembilan kamu ikut Ayah ya.” Bilang
Ayahnya. Sebenarnya Tri bingung, mau diajak kemana jam sembilan pagi. Tapi Tri
menahan pertanyaannya, Tri langsung menyantap sarapan yang ada di meja makan.
Setelah sarapan, Tri mandi dan bersiap-siap untuk diajak Ayahnya. “Sebenarnya
kita mau kemana Ayah?” tanya Tri, “Udah nanti kamu juga tau.” Jawab Ayahnya.
Tri semakin penasaran, mau kemana kita sebenarnya. Saat dua puluh menit
perjalanan, mereka sampai di sebuah tempat penjualan motor Yamaha yang sangat besar. Ternyata niat Ayah Tri adalah untuk
membelikan sebuah motor untuk hadiah ulang tahunnya. “Kamu coba liat liat sana,
mana motor yang kamu suka.” Suruh Ayahnya, Tri langsung melihat berbagai macam
motor, ada yang koplingan, matic, masukkan, dan banyak lagi. Tapi Tri ingin
membeli motor seperti punya Joko. Saat mencari, ia akhirnya menemukan motor vixion yang sangat keren dari punya
Joko. “Ayah, yang ini yah!” Tri memanggil Ayahnya. “Itu memang Vixion model baru, dan baru ada diskon.”
Bilang Seller motor. “Ya sudah, jadi yang ini kan Tri?” tanya Ayahnya, “Iya
yah.” Jawab Tri dengan sangat senang.
Setelah membeli, Tri dan Ayahnya
pulang dan menunggu motor itu diantarkan kerumahnya. Setelah setengah jam
menunggu, akhirnya motornya datang dan Tri langsung menaiki motor tersebut.
“Tri, kamu tidak boleh sembarangan ya pakai motor ini, jangan ngebut ngebut.”
Ingat Ayahnya. Tri langsung membawa motor tersebut ke rumah Joko untuk
menunjukkan motor barunya, “Waah…Tri, kamu habis beli motor baru ya?” tanya
Joko, “Iya, ini hadiah ulang tahunku.” Jawab Tri. Tri ingin memamerkan
kemampuan mengendarainya kepada Joko, dia stater lagi motornya dan siap melaju.
Tapi karena Tri terlalu bersemangat, dia langsung mengegas motornya dengan
kencang, tiba-tiba Tri kehilangan kendali karena motornya melaju sangat kencang
dan didepannya ada kandang ayam milik Pak RT, “bruuuug….krosak..krosak....”
suara motor Tri yang menabrak kandang ayam. “Woooy….siapa yang nabrak kandang
ayamku?” teriak Pak RT dari dalam rumah sambil melihat kandang ayamnya yang
hancur berantakan. “Maaf Pak….” Batin Tri sambil kebingungan harus berbuat apa.
Pesan moral : Janganlah kita sombong bila sudah menguasai sesuatu hal yang baru kita pelajari
0 komentar :
Posting Komentar