Kejutan Untuk Sahabat

Jumat, 30 Juni 2017

Kejutan Untuk Sahabat



Di suatu musim panas, ada seekor anak harimau bernama Siegfried dan seekor anak serigala yang bernama Zangetsu. Mereka berdua adalah pasangan sahabat yang paling akrab dari teman-teman binatang yang lain. Mereka berdua yang paling sering bermain-main bersama, menjelajahi hutan, menyusuri sungai, memanjat pohon, kejar-kejaran, semua mereka lalui bersama. Tidak jarang kalau dua anak itu selalu berada diluar rumah pada waktu pagi, siang, sore, bahkan malam. Rencana malam ini, mereka akan melihat kunang-kunang membentuk formasi dimalam hari. “Siegfried, ayo cepat. Nanti kita terlambat melihat formasi kunang-kunang itu.” Ajak Zangetsu penuh semangat. “Tentu saja Zangetsu, aku juga sudah tidak sabar melihatnya.” Ucap Siegfried serasa sudah tidak sabar melihatnya.
Sesampainya mereka di padang rumput, mereka sudah disambut oleh lampu yang beterbangan di angkasa. “Woooow…….” Kagumnya Zangetsu dan Siegfried melihat kunang-kunang membentuk formasi-formasi itu. “Zangetsu, ayo kita menebak formasi yang dibentuk oleh kunang-kunang itu. Coba tebak, formasi apa yang dibentuk kunang- kunang disana?” sambil menunjuk kunang-kunang tersebut. “Sepertinya, itu formasi bentuk….kupu-kupu.” Jawab Zangetsu dengan spontan. “Kalau yang itu?” menunjuk kunang-kunang yang lain. “Formasi bentuk…..lumba lumba.” Jawab Zangetsu lagi. “Kalau yang itu?” Tanya Siegfried untuk yang ketiga talinya. “Apa ya……mereka hanya membentuk segitiga saja?” jawab Zangetsu kebingungan. “Apa kau menyerah?” tantang Siegfried. “Baiklah, aku menyerah” Zangetsu memilih untuk menyerah saja, tidak bisa menjawab lagi. “Itu formasi…..burung yang akan bermigrasi.” Canda Siegfried. Mereka  tertawa sambil berguling-guling di rerumputan.
“Hei Siegfried. Ayo kita tangkap kunang kunang itu, agar bisa melihat lebih dekat.” Ajak Zangetsu. Mereka langsung berlari ketempat kerumunan kunang-kunang beterbangan. Berlari, melompat, mengejar, semua mereka lakukan agar bisa menangkap kunang-kunang tersebut. “Zangetsu….lihat, aku dapat satu.” Teriak Siegfried. Kunang-kunang itu sangat bercahaya, mereka berdua sangat senang, bisa mendapatkan satu kunang-kunang.
Setelah kelelahan berlari, melompat, mengejar kunang-kunang, mereka berbaring diatas rerumputan hijau sambil menatap dewi malam yang bersinar terang, menerangi malam mereka. “Wow, ternyata seru juga ya.” Bilang Zangetsu. “Ya, ini ada;ah pengalaman kita yang tidak terlupakan.
Keesokan harinya, dipagi yang sangat cerah. Siegfried langsung pergi kerumah Zangetsu untuk mengajaknya bermain. Tetapi, sesampainya Siegfried dirumah Zangetsu, dia melihat Ibu Zangetsu yang sedang kebingungan. Banyak pertanyaan yang ada dikepala Siegfried, apa yang sebenarnya terjadi? Daripada diam saja, Siegfried langsung menghampiri Ibu Zangetsu. “Ada apa Ibu Zangetsu? Sepertinya Ibu sedang kebingungan.” Tanya Siegfried “ Zangetsu…..Zangetsu sepertinya terkena demam Siegfried, Ibu bingung harus bagaimana.” Ucap Ibu Zangetsu pelan. Mekihat kondisi itu, Siegfried mulai mengingat-ingat, kalau dia masih punya persediaan madu untuk menurunkan demam yang biasa dipakai Ibunya jika Siegfried demam. Siegfried langsung berlari kerumah dan mencari madu tersebut.
Madu tersebut akhirnya ditemukan dan dibawa kerumah Zangetsu. “Ibu Zangetsu, ini aku memiliki persediaan madu penurun demam yang biasa dipakai Ibuku jika aku terkena demam. Kata Ibu, madu ini sangat manjur untuk menurunkan demam. Ibu coba saja berikan madu itu pada Zangetsu.” Jelas Siegfried. “Terima kasih nak Siegfried, kau memang sahabat sejati Zangetsu. Sampai-sampai kau mau membawakan madu ini untuk Zangetsu.” Ucap Ibu Zangetsu.
Untuk hari ini, Siegfried dan Zangetsu tidak bermain karena keadan yang tidak memungkinkan untuk bermain. Siegfried merasa kesepian tanpa ada Zangetsu disisinya. Tapi dia selalu mendoakan Zangetsu agar bisa sembuh dari sakitnya, semoga madu yang diberikan tadi benar-benar manjur seperti yang dikatakan Ibunya. Siegfried memilih untuk tidak pergi kerumah Zangetsu, Siegfried ingin sahabatnya bisa beristirahat dengan cukup untuk mempercepat proses penyembuhannya.
Siegfried duduk didepan rumah sambil melamun, tiba-tiba ayahnya datang dari belakangnya dan duduk disampingnya. “Apa yang kau pikirkan anakku? Kau tidak biasanya seperti ini.” Tanya Ayah Siegfried. “Aku sedang memikirkan Zangetsu Ayah, dia sedang sakit demam, tadi aku sudah memberikan madu penurun demam yang biasa dipakai Ibu jika aku demam.  Tidak apa-apa kan aku memberikannya satu?” Berbalik bertanya pada Ayahnya. “Tentu saja anakku, itu adalah usaha yang bagus sebagai seorang sahabat. Siegfried, Zangetsu adalah sahabat baikmu. Ayah berpesan padamu, jangan putuskan ikatan persahabatanmu dengan Zangetsu, teruslah bersatu, siapa tau kalian berdua jika sudah besar nanti, bisa menggantikan Ayah menjadi penasehat dikerajaan.” Pesan Ayahnya kepada Siegfried. Ayah Siegfried adalah seorang penasehat disebuah kerajaan, Ayah Siegfried ingin sekali besok anaknya bisa menggantikan posisinya jika ia suda tidak ada, ia yakin Siegfried anaknya bisa menjadi penasehat yang baik dan handal dalam menyelesaikan berbagai masalah.
Keesokan harinya, pagi ini Siegfrid berniat untuk menjenguk Zangetsu. Siegfried sudah bersiap-siap tapi disaat yang sama, ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Tanpa berpikir panjang lebar, Siegfried langsung membukakan pintu, betapa terkejutnya ia bahwa yang datang adalah orang yang sebenarnya akan dijenguk oleh Siegfried justru datang kerumahnya pagi sekali. “Zangetsu….itu benar benar kau, bagaimana keadaanmu sekarang?” Tanya Siegfried sambil tidak percaya yang dilihatnya sekarang. “Aku sudah lumayan baik Siegfried, dan itu semua berkat kau. Terima kasih atas madu yang telah kau berikan padaku, madu itu sangat membantu mempercepat kesembuhanku.” Jawab Zangetsu. “Syukurlah kalau begitu Zangetsu, aku senang mendengarnya.” Ujar Siegfried. “Oh iya….sebelum kita bermain lagi, ada sesuatu yang ingin kutunjukkan kepadamu.” Zangetsu membuat Siegfried penasaran. “Apa itu?” Siegfried semakin penasaran. “Taraaaa, ini dia. Aku membuatkan kalung untuk kita berdua, masing masing pegang satu, dengan itu persahabatan kita tidak akan pernah terpisahkan.” Ujar Zangetsu dengan penuh harapan. “Woow, ini keren sekali. Terima kasih Zangetsu, kau memang sahabat terbaikku selamanya.” Siegfried sangat berterima kasih. Akhirnya, mereka kembali bermain bersama dan bersenang senang bersama.

Pesan Moral : Jagalah persahabatan dan saling tolong menolonglah dengan sahabat 

0 komentar :

Posting Komentar