Kejutan Untuk Sahabat
Di suatu musim panas, ada seekor anak harimau bernama
Siegfried dan seekor anak serigala yang bernama Zangetsu. Mereka berdua adalah
pasangan sahabat yang paling akrab dari teman-teman binatang yang lain. Mereka
berdua yang paling sering bermain-main bersama, menjelajahi hutan, menyusuri
sungai, memanjat pohon, kejar-kejaran, semua mereka lalui bersama. Tidak jarang
kalau dua anak itu selalu berada diluar rumah pada waktu pagi, siang, sore,
bahkan malam. Rencana malam ini, mereka akan melihat kunang-kunang membentuk
formasi dimalam hari. “Siegfried, ayo cepat. Nanti kita terlambat melihat
formasi kunang-kunang itu.” Ajak Zangetsu penuh semangat. “Tentu saja Zangetsu,
aku juga sudah tidak sabar melihatnya.” Ucap Siegfried serasa sudah tidak sabar
melihatnya.
Sesampainya mereka di padang rumput, mereka sudah disambut
oleh lampu yang beterbangan di angkasa. “Woooow…….” Kagumnya Zangetsu dan
Siegfried melihat kunang-kunang membentuk formasi-formasi itu. “Zangetsu, ayo
kita menebak formasi yang dibentuk oleh kunang-kunang itu. Coba tebak, formasi
apa yang dibentuk kunang- kunang disana?” sambil menunjuk kunang-kunang
tersebut. “Sepertinya, itu formasi bentuk….kupu-kupu.” Jawab Zangetsu dengan
spontan. “Kalau yang itu?” menunjuk kunang-kunang yang lain. “Formasi
bentuk…..lumba lumba.” Jawab Zangetsu lagi. “Kalau yang itu?” Tanya Siegfried
untuk yang ketiga talinya. “Apa ya……mereka hanya membentuk segitiga saja?”
jawab Zangetsu kebingungan. “Apa kau menyerah?” tantang Siegfried. “Baiklah,
aku menyerah” Zangetsu memilih untuk menyerah saja, tidak bisa menjawab lagi.
“Itu formasi…..burung yang akan bermigrasi.” Canda Siegfried. Mereka tertawa sambil berguling-guling di rerumputan.
“Hei Siegfried. Ayo kita tangkap kunang kunang itu, agar bisa
melihat lebih dekat.” Ajak Zangetsu. Mereka langsung berlari ketempat kerumunan
kunang-kunang beterbangan. Berlari, melompat, mengejar, semua mereka lakukan
agar bisa menangkap kunang-kunang tersebut. “Zangetsu….lihat, aku dapat satu.”
Teriak Siegfried. Kunang-kunang itu sangat bercahaya, mereka berdua sangat
senang, bisa mendapatkan satu kunang-kunang.
Setelah kelelahan berlari, melompat, mengejar kunang-kunang,
mereka berbaring diatas rerumputan hijau sambil menatap dewi malam yang
bersinar terang, menerangi malam mereka. “Wow, ternyata seru juga ya.” Bilang
Zangetsu. “Ya, ini ada;ah pengalaman kita yang tidak terlupakan.
Madu tersebut akhirnya ditemukan dan dibawa kerumah Zangetsu.
“Ibu Zangetsu, ini aku memiliki persediaan madu penurun demam yang biasa
dipakai Ibuku jika aku terkena demam. Kata Ibu, madu ini sangat manjur untuk
menurunkan demam. Ibu coba saja berikan madu itu pada Zangetsu.” Jelas
Siegfried. “Terima kasih nak Siegfried, kau memang sahabat sejati Zangetsu.
Sampai-sampai kau mau membawakan madu ini untuk Zangetsu.” Ucap Ibu Zangetsu.
Untuk hari ini, Siegfried dan Zangetsu tidak bermain karena
keadan yang tidak memungkinkan untuk bermain. Siegfried merasa kesepian tanpa
ada Zangetsu disisinya. Tapi dia selalu mendoakan Zangetsu agar bisa sembuh dari
sakitnya, semoga madu yang diberikan tadi benar-benar manjur seperti yang
dikatakan Ibunya. Siegfried memilih untuk tidak pergi kerumah Zangetsu,
Siegfried ingin sahabatnya bisa beristirahat dengan cukup untuk mempercepat
proses penyembuhannya.
Siegfried duduk didepan rumah sambil melamun, tiba-tiba
ayahnya datang dari belakangnya dan duduk disampingnya. “Apa yang kau pikirkan
anakku? Kau tidak biasanya seperti ini.” Tanya Ayah Siegfried. “Aku sedang
memikirkan Zangetsu Ayah, dia sedang sakit demam, tadi aku sudah memberikan
madu penurun demam yang biasa dipakai Ibu jika aku demam. Tidak apa-apa kan aku memberikannya satu?”
Berbalik bertanya pada Ayahnya. “Tentu saja anakku, itu adalah usaha yang bagus
sebagai seorang sahabat. Siegfried, Zangetsu adalah sahabat baikmu. Ayah
berpesan padamu, jangan putuskan ikatan persahabatanmu dengan Zangetsu,
teruslah bersatu, siapa tau kalian berdua jika sudah besar nanti, bisa
menggantikan Ayah menjadi penasehat dikerajaan.” Pesan Ayahnya kepada
Siegfried. Ayah Siegfried adalah seorang penasehat disebuah kerajaan, Ayah
Siegfried ingin sekali besok anaknya bisa menggantikan posisinya jika ia suda
tidak ada, ia yakin Siegfried anaknya bisa menjadi penasehat yang baik dan
handal dalam menyelesaikan berbagai masalah.
Keesokan harinya, pagi ini Siegfrid berniat untuk menjenguk
Zangetsu. Siegfried sudah bersiap-siap tapi disaat yang sama, ada seseorang
yang mengetuk pintu rumahnya. Tanpa berpikir panjang lebar, Siegfried langsung
membukakan pintu, betapa terkejutnya ia bahwa yang datang adalah orang yang
sebenarnya akan dijenguk oleh Siegfried justru datang kerumahnya pagi sekali.
“Zangetsu….itu benar benar kau, bagaimana keadaanmu sekarang?” Tanya Siegfried
sambil tidak percaya yang dilihatnya sekarang. “Aku sudah lumayan baik
Siegfried, dan itu semua berkat kau. Terima kasih atas madu yang telah kau
berikan padaku, madu itu sangat membantu mempercepat kesembuhanku.” Jawab
Zangetsu. “Syukurlah kalau begitu Zangetsu, aku senang mendengarnya.” Ujar
Siegfried. “Oh iya….sebelum kita bermain lagi, ada sesuatu yang ingin
kutunjukkan kepadamu.” Zangetsu membuat Siegfried penasaran. “Apa itu?”
Siegfried semakin penasaran. “Taraaaa, ini dia. Aku membuatkan kalung untuk
kita berdua, masing masing pegang satu, dengan itu persahabatan kita tidak akan
pernah terpisahkan.” Ujar Zangetsu dengan penuh harapan. “Woow, ini keren
sekali. Terima kasih Zangetsu, kau memang sahabat terbaikku selamanya.”
Siegfried sangat berterima kasih. Akhirnya, mereka kembali bermain bersama dan
bersenang senang bersama.
Pesan Moral
: Jagalah persahabatan dan saling tolong menolonglah dengan sahabat
0 komentar :
Posting Komentar